kembali menyulut api amarah ketika sang bangsawan menggoreskan tinta diatas sutra..
sayang betul harus bernoda nama - nama lawan, tak ada benarnya bila tanpa kesadaran
dan tak kan ada pula yang membenarkan bila tanpa ada alasan.
huh...otak ini semakin meyakini hati akan bangsawan pecundang yang hidup di salah satu kerajaan bumi. aku tak berharap kejatuhannya, aku tak berharap kehancurannya..biarkan biarkan waktu yang akan berbicara apa yang sepantasnya dia terima...
hmm...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment