Monday, January 10, 2011

Hypnotis Jakarta

sebuah drama kehidupan di mulai, berawal dari obsesi mencari nafkah di ibu kota, 2 sahabat denia dan dhea yang mencoba ingin menaklukan bangsatnya ibu kota, keberanian mereka tak bisa di tawar lagi.petuah orang tua yang selalu di hempas, kalah dengan pembelaan diri. 3 jam perjalanan kereta api menghantarkan mereka tiba di kota metropolitan itu.

dhea: "wah yakin nih kita akan pergi kejakarta?

denia : " ia dong, tapi jujur gw baru kali ini nih pergi ke jakarta naik kereta, lo udah pernah belum?

dhea: "euh sarua atuh gw juga baru kali ini, gila yah elu berani banget"

denia: "eh atuh kan demi cita - cita... hahha, tapi janji ya sebelum kita sukses jangan dulu pacaran okeh !"

dhea: oke lah ... say no for love in office



seperti orang kampung menganga melihat megahnya gedung tinggi,mobil mewah lalu lalang menggilas hitamnya aspal yang mulus, rindangnya pepohonan yang meneduhkan teriknya penguasa siang, saat itu juga mimpi menjadi orang besar tertanam di kepala 2 sahabat terebut.

berbekal surat lamaran yang terbungkus amplop coklat besar yang mereka tenteng dari bandung menuju jakarta, dengan penuh percaya diri dan malu yang menggelayut kala orang melihat dan memicingkan mata melihat mereka si pencari kerja. ke dua nya membalas dengan tatapan tajam membabi buta seoalah ingin berbicara "lihat nanti, klo gw jd orang sukses, gw bikin lo naik haji dan lo minta ampun sama tuhan karena udah ngerendahin gw hari ini"



impian bkerja di ibukota terwujud, mereka bekerja di satu kantor namun divisi yang berbeda...suasana baru beradaptasi dengan orang - orang baru berbagai macam karakter mereka hadapi, meskipun satu kosan mereka jarang sekali ketemu. ada saatnya ketemu dhea curhat tentang kerjaanya sayangnya yang di ceritakan adalah kisah percintaan di kantornya, perjanjian yang sudah mereka buat untuk say no for love in office di rusak. yah dhea break the rule...yah dhea cinlok alias cinta lokasi...denia apriori sama sikap dhea yang ambil keputusan sendiri, cinta cinta cinta memang anugrah lo akan merasa di bawa kelangit paling tinggi, denia pun ga bisa berbuat apa - apa, denia cuma bisa bilang..

"jaga diri lo baik - baik ini jakarta nona"

tapi sayang nya cinta dhea adalah cobaan berkepanjangan...dhea terlalu di bawa ke surga, dhea sudah tidak berjilbab lagi,sesekali denia menemukan sabun hotel dan bukti pembayaran hotel. denia tidak mau curig, mungkin saja dhea ada tugas luar kota.tapi kok hotel di jakrta ya? Ah sutralah ..

malam itu langit tak sedikitpun menampakkan titik cahaya terangnya, tiba tiba, terdengar suara mobil dan sura berisik menangis turun dari mobil, dhea menangis dan masuk menuju kamar ku. Tak banyak yang bisa di ceritakan selain ia menyebut nama pria bejad itu.

Semalaman denia terjaga dari tidurnya dan sesekali menoleh melihat raut wajah dhea yang tidur terlelap seperti menggambarkan kesusahan dalam batinnya. Denia berencana ingin menanyakan apa yang terjadi sesungguhnya?

Suara ayam berkokok untunglah bukan suara babi menggorok ..

Denia terbangun masih dalam keadaan kantuk yang sangat, melihat dhea yang sedang teronggok disudut kamar sambil menangis. Denia pun memeluk dengan eratnya meski di rasa tidak nyaman Karena belum cuci muka dan gosok gigi. Tapi saat itu denia ingin menunjukkan bahwa sahabat adalah segalanya, yang akan meneduhkan di saat sahabtnya merasakan panasnya matahari, akan membuat tertawa dikala sedih, akan membuat sejuk di kala ia kedinginan, akan membukakan jalan di kala ia menemukan kebuntuan.



Dhea: "lo tau? Gw udah tidur sama ardy, gw hamil, gw udha gugurin kandungan gw, dan sekarang dia mau nikah sama perempuan lain” mantan pacarnya dulu"



Denia:" ya ampun …gw ga nyangka lo bisa begini, apa sih yang ada di otak lo saat itu? Gimana tanggung jawab gw sama keluarga lo?, gw yang udah bawa lo ke Jakarta, tapi gw ga bisa jagain lo disini.. anjiiiiiiiingggg… gw kan udh pernah bilang jangan pernah main cintaaa"



Dhea: "tapi semuanya udah terjadi, dana gw gat au mesti gimana, gw udah hancur…"



Denia: "lo mesti tobat, dan sekarang jangan pernah lagi lo ketemu sama itu orang, insyaallah, klo emang ini mesti jadi jalan lo begini, tuhan akan memberikan kemudahan buat lo asalkan lo tobat …



Dhea malah kalap, dia nyari pisau dan hampir aja mau bunuh diri, dia merasa hidupnya udah ga berarti lagi, gak lama ibu kos ngetuk pintu kamar ,



Ibu kos: "ada apa?

Denia :"ga ada apa – apa bu… baik – baik aja kok…"(denia teriak dari dalam kamar"



Ibu kos pun ngerasa yakin dan dia pergilah… ah saat itu denia bener – bener bingung, karena nasi sudah jadi bubur, apa yang harus di lakukan? Gak mungkin juga lapor ke orangtuanya denia, trus minta pertanggung jawaban itu laki – laki. Yang ada mungkin malah nambah penderitaan orang tua nya dhea..

Singkatnya, dhea saat itu janji ga akan hubungi lagi laki – laki itu. Yah denia percaya dan mereka menjalani hari seperti biasa meskipun jelas dari sikap dan raut wajah dhea berubah drastis setiap harinya… 1 tahun berjalan, ternyata dhea masih aja menemui ardy. Malahan dia bilang akan menikah siri.. pernikahan siri mereka berjalan sudah hampir 3 tahun dan ardy sudah memiliki hampir 3 orang anak. dan gak sedikit cerita menyedihkan yang denia dengar tentang dhea, di pergoki istri nya ardi, di tampar istrinya ardy, di terror, sampai dhea harus berpindah – pindah kosan. Dan tahun ini menjadi tahun penentuan untuk dhea....untuk mengambil keputusan terpenting dalam hidupnya..

menunggu di nikahi secara resmi dan menjadi istri ke 2 >>>>>>>>>>>>>>>>seperti menunggu salju di musim panas

Memetik Hikmah Kisah Pembantu

Selama gw kos di rumah ini udah hampir 1 tahun, udah hampir 4 kali juga ganti – ganti pembantu, bukan karena mereka gak betah di rumah ini, tapi karena alasan mereka, pembantu pertama orang purwokerto dia berhenti karena anaknya ga mau di tinggal, maklum anaknya masih kecil, ayahnya juga belum lama meninggal. Sementara sambil nyari pembantu lain, ibu yang punya kos naro pembantu baru asal garut sayangnya ga bisa masak, jadi ibu bawa lagi itu pembantu ke bogor, karena sebenernya dia pembantu ibu kos yang tinggal di bogor. Ga lama datang pembantu baru dia orang cilacap, namanya meli umurnya 19 tahun, tapi dia sebenernya kerja di rumah ini Cuma buat nunggu untuk berangkat jadi TKW ke hongkong, sebelumnya dia pernah jadi TKW selama 2 tahun di Singapore. Yah ga nyampe 2 bulan dia berangkat ke hongkong… good luck yah. Gantinya sepupunya dia yang pernah kerja di Malaysia namanya dewi, umurnya ga jauh beda sama gw , Cuma beda 15 hari lahirnya sama gw, hahaha… tapi dia udah pernah nikah waktu umur 14 tahun. (sementara gw masih nyari yang mau nikahin hehehe) …

Kebiasaan gw, kalau ada pembantu baru, gw suka ajak ngobrol, dan ujung- ujungnya mereka cerita sendiri kehidupan pribadi dan masa lalunya.(setidaknya, cerita mereka selalu jadi kunci gw untuk selalu bersyukur dan menerima apa yang sudah gw terima sekarang)
Cerita pendek dari dewi yang pernah kerja di Malaysia selama 4 tahun. Salut gw sama dia, dia kerja dari usia 13 tahun,SD aja dia gak lulus, dia sudah harus nyari uang untuk ngebantu orang tuanya. Dia jadi pembantu di bandung, di Jakarta, dia ngalamin banget di gajih Rp 15000 perbulan yah tahun 1997 uang Rp 15000 berarti banget…termasuk nominal yang tinggi buat dewi saat itu. Sambil denger cerita nya dewi, gw berfikir begitu beruntungnya gw bisa sekolah, pake seragam baru sepatu baru, uang Rp 15000 mungkin saat itu bisa mudahnya gw dapet Cuma dengan menengadahkan tangan ke orang tua gw, sementara dewi dia harus kerja dulu selama 1 bulan, kebayang banget dia masih kecil, gerak tangan dan kakinya harus lincah biar gak di marahin sama majikannya. Umur 14 tahun dewi pulang ke kampungnya di cilacap dan di lamar sama tetangganya yang umurnya jauh di atas dia 9 tahun. Ya namanya juga di kampung neng, (dewi manggil gw eneng karena dia tau gw dari suku sunda), “padahal waktu itu saya punya pacar, Cuma saya di lamar sama orang lain, saya ga bisa nolak, kata orang tua kan kalau anak perempuan ada yang lamar ga boleh di tolak nanti susah jodohnya, ya saya nurut aja”(dengan logat jawanya dia bertutur).(duh kasihan kamu dewi kamu gak di kasih kesempatan untuk memilih keputusan yang terbaik).

Akhirnya dewi pun menikah dengan pria yang menurut dewi tidak nyambung kalau di ajak ngobrol, tidak pernah memberikan solusi dalam setiap masalah, pemalas dan tidak mau berusaha mencari pekerjaan, sementara dewi berharap dengan usia suaminya yang lebih tua, dia lebih dewasa dan bisa menjadi pembimbing buat dewi. dewi yang seharusnya menikmati masa remaja harus di hadapkan pada konlfik rumah tangga yang gak seharusnya dia rasakan di usia sedini itu. Pernikahan mereka pun hanya berjalan selama 3 bulan, namun dewi masih beruntung karena sumainya tidak pernah main fisik bila sedang emosional. Dewi memutuskan untuk bercereai dan dewi beruntung di pernikahannya yang seumur jagung itu mereka tidak di anugerahi buah hati. Mungkin allah memang mentakdirkan garis hidup dewi seperti itu, namun allah masih sayang sama dewi dengan tidak memberikan beban terlalu berat untuk dewi, allah tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan umatnya. Dewi ingin berusaha melupakan pernikahan nya yang gagal dan lebih baik, dewi mencari pekerjaan lagi, dia pun pergi ke Jakarta dan bekerja lagi sebagai pembantu rumah tangga, disinilah dewi mulai mengenal pria dan kembali jatuh cinta (prikitiiiwww), tapi dewi sebenernya masih trauma untuk menjalin hubungan dengan pria. Tapi pria ini begitu baik dan dia pun memberikan jalan untuk dewi bisa kerja di Malaysia yah, jadilah dewi TKW di Malaysia. Dewi menaruh kepercayaan yang begitu besar terhadap pria ini, pria baik yang dewi banggakan ini namanya pono widodo (heheh jawir banget ya)…
Dewi pun berangkat ke Malaysia, mereka akhirnya pacaran jarak jauh (Long Distance Relationship), belum lah ada alat komunikasi yang mereka punya, mereka pun berkomunikasi dengan surat menyurat, menurut dewi, hubungan mereka baik baik saja… dewi pun berharap sepulangnya ke Indonesia, dia akan menikah dengan pono.. 2 tahun berjalan dan dewi kembali ke Indonesia. Dewi pulang dengan penuh harapan sayanganya asa dewi patah setelah menemui pono. Menurut dewi, pria itu mengaku sudah tunangan dengan wanita lain, namun sebenarnya pria itu masih menginginkan dewi..(oh dewi, ternyata penantian kamu sia – sia yg sabar yah, allah sedang menyiapkan yg terbaik buat kamu) … jelas dewi benar2 terluka, saat dia cerita pun, air matanya berlinang dia gak bisa menyembunyikan kekecewaanya di masa lalunya, terlebih dia pernah menikah dan di kecewakan laki – laki (dewi life must go on ). Dewi pun memutuskan kembali ke Malaysia dengan membawa luka, berharap bisa melupakan semua kisah cintanya di Indonesia…2 tahun dewi di Malaysia dan kembali lagi ke Indonesia… rasa trauma itu tetap ada, hampir – hampir dewi sudah tidak percaya lagi sama makhluk tuhan yang satu ini “PRIA”.
Tapi kini dewi sudah menemukan Pria yang usianya 5 tahun lebih tua dari dewi, ya kurang lebih usia 31 tahun (bujangan boooo)… dan mereka sudah tunangan, dewi berharap pria ini yang terbaik buat dewi, meskipun hanya bekerja sebagai kuli dan kerja serabutan. Dewi berharap pada akhirnya nanti menikah dan mereka bisa buka usaha bersama, dewi begitu ikhlas menjalani kehidupannya dengan apa yang dia terima.
I wish you luck dewii…

P.S:
Duh dewi jangan cepet – cepet ya nikahnya susah nyari pembantu wi… kasihan ibu kos hehehe…