Tuesday, February 16, 2016
Memandikan dan memakaikan baju si kecil
saya menulis ini tergelitik dari pertanyaan tante dari suami saya yang biasa jadi tempat penitipan qai, dulu dari usia qai masuk 4 bulan sampe akhirnya saya resign saya titi qai di tante dari suami saya, usia terakhir dititip sampe usia 9 bulanan. masih nggak repot lah ya kalau makein baju, popok, masih bisa di atur lah. hmm dari wai usia 9 sampai sekarang 1 tahun lebih ini qai with me stay at our house. satu kali waktu saya titip untuk pergi kerja (udah resign dari jakarta dan pindah kerja di bandung), terus ketika saya jemput tante saya tanya ke saya, gimana cara ngebajuin nya qai ? karena selalu ga bisa diem, ngemandiin juga kewalahan. oopps hehehe ada kuncinya selain mungkin karena saya ibunya sendiri, tentu berbeda treatement dengan yang bukan ibunya.
sekarang usia freya qaireen kusumah A.K.A Qai sudah 1 tahun lebih 16 hari hehehe... gigi memang belum tumbuh, jalan sempurna juga belum bisa, tapi gesture tubuhnya sudah sangat aktif. tantangan banget untuk mandiin dan makein bajunya. beberapakali memang hampir kewalahan karena qainya aktif banget ga mau diem, hampir juga lepas dari genggaman pada saat di sabunin saking licinnya.
begini kuncinya ,
1.dari mulai mau mandi saya selalu libatkan dia untuk mengerti bahwa ibunya sedang mempersiapkan untuk mandinya, mulai dari mencarikan baju yang akan dipakainya, kemudian memasak air panas (belum punya water heater), saya membuka bajunya dan menunjukan arah kamar mandi dengan selalu berkomunikasi, misalnya "qai, bunda masak air dulu ya untuk qai mandi, terus qai kita cari baju yuk, qai mau pake baju apa? qai pilih ya (kadang lama dan jadi berantakan, jadi kadang saya ambil sendiri)atau memberikan 2 pilihan supaya tidak berantakan. setelah air matang, qai tunggu di sini dulu ya (kasih mainannya) bunda masukin dulu air panas ke ember ya.
2. buka baju anak dari sebelah kiri dulu dengan membaca bismillahiladzi laillhaillahuwa (doa membuka baju), sambil di ajak komunikasi, make sure sebelum mandi sudah menyusu atau dalam keadaan perut tidak terlalu lapar sehingga si kecil tidak akan rewel saat mandi. setelah membuka bajunya selesai, "ayo qai kemana kalau kita mandi(karena qai sudah bisa melangkah sambil dituntun, iya pun berjalan dengan tuntunan saya mengarah ke kamar mandi (tanpa paksaan)
3. masuk kamar mandi dengan membaca doa terlebih dahulu bismillahirrahmanirrahim, allahuma inni audzubika minal hubusi walkhobais, saya dudukan di baby bather atau di bak mandinya,sambil menunjukan sabun dan shampo dan juga bernyanyi lagu anak(make it fun).
4. beri kenyamanan atau hal hal baru yang membuatnya nyaman seperti memukul mukul air yanga ada di baknya itu menyenangkan atau berendam di ember tentu airnya jangan telalu banyak supaya aman. so much fun
5. setelah dia merasa nyaman biasanya dia tidak ingin beranjak dan mengatakan enggak atau memegang ke ember tersebut, saya bilang qai udah yuk dingin kita pakai baju, awalnya ga mau lama - lama jadi mau.
sekarang tips memakaikan bajunya yang memang udah ga bisa stay
1. ikuti gerakan tubuhnya, jika ingin berdiri atau duduk, lap terlebih dahulu dengan handuk dengn posisi yang dia inginkan, jangan paksa untuk mengikuti posisi yang ibu mau ya...
2. setelah dilap kering pakaikan telon atau penghangat lain ke badannya, lalu pakaikan popok berikan pegangan atau mainan supaya stay dengan posisinya
3. kenakan celana terebih dahulu supaya mudah mengenakan keatasan kaos dalam dan baju luarnya supaya tidak bolak balik
4. jangan lupa sambil bernyanyi atau membaca alquran doa doa pendek , shalawat atau asmaul husna, atau gerakan mimik wajah itu bisa membuatnya tertawa dan mengalihkan perhatianya juga.
menjadi istri, ibu, dan mengurus anak sendiri itu menyenangkan ...
Anak Asi ku sudah 1 tahun
Alhmadulillah Hirabbilallamin, puji syukur Allah telah memberikan anugerah terindah dalam kehidupan keluarga kecil kami, anak perempuan yang terlahir 31 januari 2015 kini sudah beranjak 1 tahun di 2016 ini.begitu kamu terlahir 31 januari 2015 lalu kamu harus di oksigen karena mungkin kesalahan bunda yang berpindah rumah sakit dari RSCK kota baru parahyangan, setelah proses induksi yang tak kunjung juga ada pembukaan dokter RSCK yaitu dokter irna menyarankan untuk dilakukan proses kelahiran saecar karena sudah hampir 24 jam induksi tidak bereaksi, tapi bunda membandel karena ingin melahirkan kamu secara normal, selain ingin merasakan sempurnanya menjadi seorang wanita konon katanya sih begitu, budget juga lebih murah sesuai plafon asuransi kantor bunda hehehehe tapisayang setelah ke rs harapan bunda ternyata bunda tetap harus di saecar, singkat cerita kamu pun terlahir di rumah sakit harapan bunda buah batu pukul 10.48 pagi ditangani dokter kandungan dr.ogi yang sangat sangat baik dan juga dr. dida sebagai dokter anak hmm yang agak agak bunda ga ngerti.bukan hal mudah bagi bunda untuk menjalani waktu selama 1 tahun kebelakang ini ditambah lagi tahun lalu bunda masih bekerja, jadi kepala bunda ini terpecah untuk berpikir pekerjaan kantor dan juga kamu baby mungil.bunda ingin memberikan yang terbaik untuk buah hati bunda, tangisan ebingungan bagaimana mungkin hampir 9 bulan mengandung dan begitu lahir kita hanya bersama selama bunda cuti, setelah itu kamu dititipkan, karena bunda harus bekerja diluar kota.
selama 1 tahun ini pula saya berusaha memberikannya ASI exclusive.
ASI Ekslusif adalah perilaku dimana hanya memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja kepada bayi sampai umur 6 (enam) bulan tanpa makanan dan ataupun minuman lain kecuali sirup obat. ESPGAN (European Society for Pediatric Gastroenterology and Nutrition), WHO (World Health Organization) dan FAO (Food Agriculture Organization) merekomendasikan pemberian ASI selama enam bulan pertama setelah kelahiran. Selama itu bayi tidak perlu mendapatkan makanan dan minuman apa pun selain ASI.
Secara alamiah, ASI diproduksi dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan bayi. Informasi mengenai jumlah kebutuhan ASI diperoleh melalui mekanisme pengosongan tempat penyimpanan ASI yang berada di bawah areola (bagian payudara yang berwarna gelap). Sistem produksi ASI sedemikian teratur dan sudah dipersiapkan sejak ibu dinyatakan hamil. Jadi sangat kecil kemungkinan jumlah produksi ASI tidak sesuai dengan kebutuhan bayi. Dalam berbagai penelitian menunjukkan bahwa ternyata ASI sudah bisa mengenyangkan dan memenuhi nutrisi bayi.
Kandungan ASI terdiri dari dua jenis air susu, yaitu foremilk dan hindmilk. Foremilk adalah ASI yang diproduksi pada proses awal menyusui, diproduksi dalam jumlah banyak dan mengandung protein dan laktosa, tapi kadar lemaknya rendah hanya 1-2 gram/dl atau sama dengan 1-2 gram per 100 ml. Kadar air dalam foremilk cukup tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan cairan bayi.
Jadi ia tidak akan merasa haus meski tidak diberi air minum. Hindmilk adalah air susu yang diproduksi pada akhir proses menyusui. Kadar lemaknya cukup tinggi 3 kali dibandingkan foremilk tapi jumlahnya lebih sedikit. Karena itu, warna jenis susu ibu ini lebih putih dibandingkan foremilk. Tingginya jumlah lemak dalam hindmilk akan memenuhi kebutuhan kalori dan rasa kenyang pada bayi.
Adapun manfaat ASI antara lain :
1. BAGI IBU
• Dengan menyusui bagi rahim ibu akan berkontraksi yang dapat menyebabkan pengembalian keukuran sebelum hamil
• Mempercepat berhentinya pendarahan setelah melahirkan.
• Dengan menyusui maka kesuburan ibu menjadi berkurang untuk beberapa bulan (sebagai KB alami)
• Hubungan yang lebih erat karena secara alamiah terjadi kontak kulit yang erat, bagi perkembangan psikis dan emosional antara ibu dan anak.
• Praktis, ekonomis, dan tidak repot
• Mengurangi resiko terjadinya kanker payudara pada ibu
2. BAGI BAYI
• ASI merupakan makanan alamiah yang baik untuk bayi, praktis, ekonomis, mudah dicerna untuk memiliki komposisi, zat gizi yang ideal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pencernaan bayi.
• Meningkatkan kecerdasan anak. Menurut banyak penelitian, bayi yang diberi ASI memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi dibanding bayi yang diberi susu formula.
• ASI mengandung zat pelindung (antibodi) yang dapat melindungi bayi selama 5-6 bulan pertama, seperti: Immunoglobin, Lysozyme, Complemen C3 dan C4, Antistapiloccocus, lactobacillus, Bifidus, Lactoferrin.
• ASI tidak menyebabkan alergi pada bayi.
• Proses pemberian ASI dapat menjalin hubungan psikologis antara ibu dan bayi.
Masih banyaknya ibu yang menolak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya karena berbagai alasan. Semoga artikel ini dapat memberikan penjelasan untuk ibu-ibu agar mereka berkomitmen untuk memberikan ASI eksklusif untuk bayinya demi masa depan generasi penerus bangsa.
Subscribe to:
Posts (Atom)
